BRSbrsInd-20210111131851.pdf
Profil Kemiskinan Kabupaten Bengkayang Maret 2018 – Maret 2020 Pada bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Kabupaten Bengkayang mencapai sekitar 17,11 ribu orang (6,62 persen), menurun sebesar 830 orang jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yaitu sebesar 17,94 ribu orang (7,17 persen). Garis kemiskinan Kabupaten Bengkayang terus meningkat dari Maret 2018 hingga Maret 2020. Pada Maret 2018 Garis Kemiskinan Kabupaten Bengkayang tercatat sebesar Rp. 339.891,- perkapita perbulan selanjutnya meningkat menjadi Rp. 357.112,- perkapita perbulan pada Maret 2019 dan menjadi Rp. 365.755,- perkapita perbulan pada Maret 2020. Pada Maret 2018 – Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan adanya peningkatan yaitu dari 0,69 menjadi 1,06. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauh dari garis kemiskinan. Hal yang sama juga terjadi pada Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang mengalami kenaikan yaitu dari 0,11 menjadi 0,24. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin besar. Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Bengkayang 6,62 persen pada Maret 2020 2 Profil Kemiskinan Kabupaten Bengkayang Maret 2018-Maret 2020 1. PERKEMBANGAN TINGKAT KEMISKINAN DAN GARIS KEMISKINAN DI KABUPATEN BENGKAYANG MARET 2018 - MARET 2020 Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bengkayang terus mengalami penurunan dari Maret 2018 hingga Maret 2020. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bengkayang pada Maret 2018 mencapai 17,94 ribu orang atau sekitar 7,17 persen dari seluruh penduduk. Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2019, persentase penduduk miskin di Kabupaten Bengkayang sebesar 6,96 persen atau berkurang sebesar 249 orang dari Maret 2018. Kemudian pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bengkayang turun menjadi 17,11 ribu atau sekitar 6,62 persen (Gambar 1). Sumber: Diolah dari Data Susenas Maret 2018, Susenas Maret 2019, Susenas Maret 2020 Untuk menentukan jumlah penduduk miskin BPS menggunakan konsep ”kemampuan memenuhi kebutuhan dasar” jadi kemiskinan yang dimaksud adalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar makan dan non makanan (diukur dari sisi pengeluaran) yang di konversi dengan nilai uang yang disebut sebagai Garis Kemiskinan. Garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah garis kemiskinan. Tabel 1 menyajikan perkembangan Garis Kemiskinan Kabupaten Bengkayang dari tahun 2018-2020. Selama periode Maret 2018 hingga Maret 2020, Garis Kemiskinan naik sebesar 7,61 persen yaitu dari Rp.339.891,- perkapita perbulan pada Maret 2018 menjadi Rp.357.112,- perkapita perbulan pada Maret 2019 dan Rp.365.755,- perkapita perbulan pada Maret 2020.
There are no views created for this resource yet.
Additional Information
Field | Value |
---|---|
Data last updated | August 21, 2023 |
Metadata last updated | August 21, 2023 |
Created | August 21, 2023 |
Format | |
License | Creative Commons Attribution |
Has views | False |
Id | ff1af79c-aea3-4dc7-8357-c534331e6379 |
Mimetype | application/pdf |
Package id | d981a592-c7fc-410d-aa9b-dd3188630e92 |
Position | 0 |
Size | 645 KiB |
State | active |
Url type | upload |